Konversi file DXF ke PDF, PNG, dan Shapefile GIS tanpa software AutoCAD.
Gambar teknik sering perlu dibagikan kepada orang yang tidak memiliki AutoCAD — atasan, klien, atau instansi. Panduan ini menjelaskan perbedaan DXF dan DWG, cara menyiapkan gambar agar hasil konversi rapi, serta bagaimana memindahkan data CAD ke perangkat GIS seperti QGIS.
DWG adalah format asli AutoCAD. Sifatnya tertutup dan tersimpan dalam bentuk biner, dengan spesifikasi yang tidak dipublikasikan secara penuh. Akibatnya, membaca DWG di luar perangkat lunak resmi selalu bergantung pada pustaka pihak ketiga hasil rekayasa balik, yang tidak pernah sepenuhnya akurat untuk semua versi.
DXF justru dirancang untuk pertukaran data antar perangkat lunak. Formatnya berbasis teks dan spesifikasinya terbuka, sehingga bisa dibaca secara konsisten oleh berbagai aplikasi. Inilah alasan seluruh alat di halaman ini bekerja dengan DXF.
Mengubah DWG menjadi DXF sangat mudah dan bisa dilakukan di aplikasi CAD mana pun yang Anda miliki:
Jika ragu memilih versi, DXF R2010 atau R2013 adalah pilihan aman karena paling luas didukung.
Kualitas hasil konversi sangat ditentukan oleh kondisi gambar sebelum diekspor. Beberapa langkah persiapan berikut menghemat banyak waktu:
Gejala umum: hasil DXF ke PDF terlihat nyaris kosong dengan objek sangat kecil di satu sudut. Hampir selalu penyebabnya objek liar yang letaknya jauh. Jalankan Zoom Extents, hapus objek tersebut, lalu ekspor ulang.
Keduanya menghasilkan gambar yang bisa dibuka siapa saja, tetapi peruntukannya berbeda. PDF menyimpan gambar sebagai vektor, artinya garis tetap tajam berapa pun tingkat pembesarannya dan ukuran berkasnya relatif kecil. Ini pilihan tepat untuk dokumen resmi, lampiran laporan, atau berkas yang akan dicetak.
PNG menghasilkan gambar piksel dengan resolusi tetap. Lebih praktis untuk disisipkan ke presentasi, dokumen Word, atau dikirim lewat aplikasi pesan karena langsung tampil sebagai gambar tanpa perlu dibuka.
Data bidang tanah, jaringan utilitas, dan rencana tata ruang umumnya dibuat dalam CAD, tetapi analisisnya dilakukan di perangkat GIS seperti QGIS atau ArcGIS. Keduanya berbicara bahasa berbeda: CAD menyimpan geometri gambar, sedangkan GIS menyimpan objek beserta atributnya.
Konversi DXF ke Shapefile menjembatani hal ini dengan memetakan garis dan poligon menjadi objek spasial yang dikenali perangkat GIS. Hasil unduhannya berupa berkas ZIP karena satu Shapefile sebenarnya terdiri dari beberapa berkas sekaligus — .shp menyimpan geometri, .shx menyimpan indeks, dan .dbf menyimpan tabel atribut. Ketiganya harus berada dalam satu folder agar bisa dibuka.
Perlu diingat, Shapefile hasil konversi tidak membawa sistem koordinat secara otomatis. Setelah dibuka di QGIS, tentukan sistem koordinat yang sesuai — untuk data pemetaan Indonesia biasanya UTM atau TM-3 sesuai zona wilayahnya.
Gambar CAD untuk pekerjaan pemetaan biasanya digambar pada koordinat sebenarnya, misalnya easting dan northing dalam sistem TM-3. Angkanya besar — ratusan ribu hingga jutaan meter — dan itu normal.
Jika Anda perlu memindahkan data antar sistem koordinat, atau memastikan zona yang dipakai sudah benar, gunakan alat transformasi koordinat yang tersedia di situs ini. Kesalahan memilih zona adalah penyebab paling umum data peta meleset hingga ratusan kilometer meskipun angkanya terlihat wajar.