Ubah foto, scan, atau screenshot berisi tulisan menjadi teks yang bisa disalin dan diedit. Mendukung Bahasa Indonesia & Inggris.
Gambar JPG, JPEG, PNG, BMP, TIFF, dan WEBP hingga 100 MB. Cocok untuk foto dokumen, hasil scan, maupun tangkapan layar.
Mesin OCR mendukung Bahasa Indonesia dan Inggris, sehingga akurat untuk KTP, sertifikat, kwitansi, dan dokumen resmi.
Gunakan gambar tajam dengan kontras jelas dan teks lurus. Hindari foto buram atau miring agar OCR membaca lebih akurat.
OCR memungkinkan tulisan di dalam foto atau hasil pindai diubah menjadi teks yang bisa disalin dan disunting. Hasilnya sangat bergantung pada kualitas gambar yang Anda masukkan — panduan ini menjelaskan cara kerjanya dan langkah praktis untuk mendapatkan hasil terbaik.
OCR — Optical Character Recognition — bekerja dengan memindai gambar piksel demi piksel untuk menemukan pola yang menyerupai huruf. Prosesnya berlangsung bertahap: mula-mula gambar dipisahkan antara tulisan dan latar, lalu dikelompokkan menjadi baris dan kata, barulah tiap bentuk dicocokkan dengan model huruf yang dikenali.
Karena berbasis pengenalan pola, kejelasan bentuk huruf sangat menentukan. Huruf yang menyatu karena resolusi rendah, tepi yang kabur, atau bayangan yang membuat sebagian huruf lebih gelap akan menyulitkan proses pencocokan — dan di situlah kesalahan pembacaan bermula.
Perbedaan antara hasil yang hampir sempurna dan hasil yang berantakan biasanya terletak pada cara gambar diambil, bukan pada mesin OCR-nya. Beberapa hal yang paling berpengaruh:
Pilihan bahasa memengaruhi hasil lebih besar dari yang diduga. Model bahasa membantu mesin menebak huruf yang ambigu berdasarkan kata yang masuk akal — misalnya membedakan angka 0 dari huruf O berdasarkan konteks kata di sekitarnya.
Untuk dokumen berbahasa Indonesia, pilih Indonesia. Untuk dokumen campuran — misalnya laporan berbahasa Indonesia dengan istilah teknis berbahasa Inggris — pilihan gabungan memberi hasil terbaik. Memilih bahasa yang salah biasanya menghasilkan teks dengan banyak huruf tertukar meski gambarnya sendiri sudah jelas.
Catatan tentang tulisan tangan: OCR dirancang untuk teks cetak. Tulisan tangan, terutama yang bersambung, akurasinya jauh lebih rendah dan sering tidak terbaca sama sekali. Untuk catatan tulisan tangan, mengetik ulang biasanya lebih cepat daripada memperbaiki hasil OCR.
OCR sangat andal untuk dokumen cetak dengan kualitas gambar memadai: buku, surat, kwitansi, sertifikat, tangkapan layar, dan dokumen hasil pindai. Pada kondisi ideal, akurasinya bisa mendekati sempurna.
Namun ada batasan yang perlu dipahami sejak awal. Tata letak tidak selalu terjaga — teks diekstrak beserta urutan barisnya, tetapi struktur tabel dan kolom sering berantakan. Untuk dokumen berkolom seperti koran, proses tiap kolom secara terpisah dengan memotong gambarnya lebih dulu.
Selain itu, hasil OCR sebaiknya selalu diperiksa ulang sebelum dipakai untuk keperluan penting. Kesalahan satu angka pada nomor rekening atau tanggal bisa berakibat serius, dan mesin tidak dapat menandai bagian mana yang ia ragukan.
Alat ini menerima berkas gambar. Jika Anda memiliki PDF hasil pindai — misalnya arsip surat lama yang dipindai menjadi PDF — ubah dulu menjadi gambar menggunakan alat PDF ke Gambar, lalu proses hasilnya di sini.
Perlu dibedakan: PDF hasil pindai isinya sebenarnya gambar, sehingga teksnya tidak bisa disalin dan memerlukan OCR. Sedangkan PDF yang dibuat langsung dari Word sudah mengandung teks asli — cukup buka dan salin langsung tanpa perlu OCR sama sekali.